Inspiring Tea Walk

August 23rd, 2006 by fernandogiade

Memberi

Sobat, Janganlah bersedih,

Apabila tiada teman yang peduli dengan kesulitanmu.

Jangan murung,

Apabila tiada teman yang memuji dan bergembira atas keberhasilanmu

Jangan pula kecewa dan berduka,

Apabila tak seorangpun mau mendengarkan dan memperhatikan apapun yang terjadi pada dirimu.

Semua itu jangan kau masukkan dalam hatimu. Manusia selalu disibukkan dengan urusannya sendiri.

Jangan !!!

Jangan masukkan semua itu ke dalam hatimu, karena hanya akan mengganggu dan membebani langkahmu.

Cobalah !!!

Ringankanlah hidupmu dengan memberi kepada orang lain.

Semakin banyak kamu memberi, maka semakin mudah dan ringan kamu memikul beban dalam menjalani hidup ini.

Berdirilah di dekat jendela !!

Pandanglah keluar !!

Tanyakanlah pada dirimu sendiri apa yang dapat kamu berikan pada dunia ini. Berdirilah di depan cermin !!

Pandanglah keluar !!

Pasti ada alasan kuat mengapa kamu hadir di dunia ini. Keberadaanmu bukan untuk meminta belas kasihan orang lain.

Weish, puisi yang bagus nih. Gw caplok aja dari kertas bacaan Perayaan Ekaristi yang berlangsung di Gunung Mas, Puncak pada hari Minggu, 20 Agustus 2006. Walaupun gw gak ikut Perayaannya karena gw kudu mempersiapkan diri bersama teman-teman satu kelompok untuk menjaga Pos III. Setelah Perayaan Ekaristi, yang dimulai kira-kira pada pukul 07.30, selesai para peserta GOWOK mulai mengambil garis start yang dibagi menjadi 50 peserta sekali jalan. Mereka menempuh jarak kurang lebih 8 km, begitu informasi yang gw dapatkan.

Karena gw harus jaga POS III, gw dan temen-temen berangkat terlebih dahulu. Di perjalanan yang pertama terlihat dan tercium adalah kotoran kuda. Fresh from the oven, somebody said. Gw juga mendengar kalimat yang diucapkan berulang sampe 2 kali “Gak disekolahin ya ni kuda!”. Pertama pada saat survey lapangan sore sebelumnya dan saat menuju ke Pos III untuk memberi stempel untuk para peserta GOWOK. Setelah menempuh berbagai medan dengan kontur tanah yang tidak rata, akhirnya kita sampai di POS penjagaan kita, POS III. Ternyata POS II adalah POS yang teristimewa karena merupakan satu-satunya POS pemberian snack. Bisa ikut nyicip juga gw he he he.

Setelah beberapa menit menanti peserta, akhirnya datanglah beberapa orang peserta GOWOK. Tapi kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang masih berusia belasan tahun. Wuih semangat sekali mereka sampe temen gw yang menjadi tukang stempel berteriak-teriak memanggil anak yang terburu-buru melanjutkan ke POS IV. Para peserta akhirnya datang bergerombol. Gw yang waktu itu kebagian tugas memberikan snack kelabakan. Dokter juga ikut menjaga POS, mengawasi para peserta yang yang mungkin merasakan kondisi tubuhnya tidak baik setelah berjalan melewati POS I dan POS II. Syukurnya semua berjalan lancer. Oma Opa yang tidak muda lagi ternyata dapat menyeleaikan perjalanan mereka di kebun teh dan sampai di POS V. Ini yang namanya semangat 45. Wuih salut untuk mereka. Walaupun para anak-anak dan kaum muda telah selesai menikmati santapan siang mereka di lapangan pusat acara setelah POS V.

Acara dilanjutkan dengan menikmati acara-acara yang telah disiapkan oleh Panitia Acara seperti Dangdutan “Bang sms siapa ini Bang, …”, acara pembagian door price, jogged bareng dan beberapa acara lainnya. Akhirnya tiba saatnya pulang kembali ke Tangerang dan kembali menjalani aktifitas rutin untuk hari Selasa.

Hal yang menyegarkan dan kembali lagi mengingatkan gw bahwa pasti ada alasan kenapa gw hadir sebagai diri gw pada suatu saat, suatu tempat, suatu suasana dan suatu keadaan.

Inspiring Scene

July 12th, 2006 by fernandogiade

Fotografer dan Pahlawan

Beberapa hari yang lalu gw menonton televisi dan kebetulan gw melihat salah satu cuplikan film dokumenter yang menarik. Film dokumenter tersebut bercerita mengenai pengalaman para fotografer salah satu majalah tentang dunia tumbuhan dan hewan yang juga memperluas jaringan ke bidang pertelevisian.

Salah satu cuplikan yang menarik bagi gw adalah diceritakan pada suatu saat seorang fotografer sedang membidikan kameranya ke objek-objek yang ia anggap harus diabadikan dalam sebuah media cetak yaitu foto. Tiba-tiba terdengar suara mobil yang berlalu dengan kencangnya. Mobil tersebut dikemudikan dengan ugal-ugalan. Sesaat sang fotografer tersadar akan keadaan sekelilingnya. Banyak hewan ternak yang mati akibat terlindas oleh mobil yang mengacaukan konsentrasinya tadi. Keadaan menjadi semakin kacau.

Seorang anak kecil menanggis karena hewan ternak yang mati itu adalah hewan yang harusnya ia gembalakan dengan baik. Ia takut untuk menghadapi situasi tersebut. Ia ragu untuk kembali pulang ke rumah. Ia tidak sanggup untuk mengatakan apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya. Hewan-hewan ternak itu adalah segalanya bagi keluarga anak itu.

Memang itulah tanggung jawab yang harus ia jalankan yang jika dipikir terlalu berat bagi seorang anak yang mungkin belum bisa bertanggung jawab bagi dirinya sendiri. Sang fotografer dengan naluri untuk menangkap momen yang terjadi memotret anak tersebut.

Setelah beberapa waktu berselang sang fotografer kembali ke daerah tempat terjadinya musibah tersebut. Ia kembali untuk menyerahkan sejumlah uang hasil penjualan fotonya. Ternyata cerita dibalik hasil bidikannya membuat banyak orang terharu. Sang anak kembali tersenyum.

Hal yang menarik adalah terkadang kita harus menanggung tanggung jawab yang besar dan terkadang pula kita menanggis akan ketidak mampuan kita. Tetapi satu hal bahwa kita tidak sendiri, banyak sesama kita yang mau memperhatikan kita. Itu adalah wujud cinta Bapa kepada kita dan hal itu yang gw rasakan sekarang. Gw banyak diberi info-info penting dari teman-teman gw yang memperhatikan gw. Terima kasih untuk kalian semua.

Selain itu ada hal lain yang menurut gw menarik. Dengan profesi apapun kita tetap bisa memperhatikan sesama. Walaupun sisi profesionalisme harus tetap diutamakan. Terkadang para fotografer harus tetap mengambil gambar-gambar yang bagi mereka tidak pantas mereka ambil. Banyak momen-momen tentang penderitaan akan kelaparan, penindasan, keputus asaan yang bertolak belakang dengan nurani sang fotografer untuk mengabadikannya. Disisi lain mereka adalah duta bagi mereka yang menderita.

Salam sukses,

dodo

Akhirnya dodo lari

June 18th, 2006 by fernandogiade

Tuh akhirnya dodo lari juga. Dodo juga gak lari jauh2 amat seh. tapi sekarang dodo musti tau harus lari kearah mana, Choose the best for life. Nah besok dah penentuannya.

Quote hari ini

May 18th, 2006 by fernandogiade

Ketidakdewasaan menurut gw adalah keinginan untuk selalu berlari dari segala kesulitan yang sedang dihadapi dan karena ketidakdewasaan itu jugalah Ia tidak tahu apakah arah Ia berlari adalah benar atau salah.
Gw sekarang ingin melakukannya. Gw ingin berlari menghindari semua. Tetapi apakah gw masih memiliki tenaga untuk berlari? Dan gw juga sadar suatu saat nanti gw juga pasti akan kembali menemuinya kembali dan gw sadar gw bukan siapa2. Gw lelah dan letih. Gw merasa apakah gw sanggup menghadapi ini untuk mencapai suatu tingkat kedewasaan.

Menuju ABC

April 20th, 2006 by fernandogiade

Menuju ABC

Lagu tema CEA bagi gw

Bukan mudah
Menapak langkah ke ABC
Bukan mudah
Mengejar ilmu jadi ahli TI
Apapun juga dapat terjadi
Jika maumu bulatkan hati…


Menuju ABC, Gemilang cahaya
Meniti karir seindah asa
Menuju ABC, impian yang tinggi
Bersama teman saling berbagi
Pasti berjaya di CEA tercinta

Bukan mudah
Menggapai SCJP yang bergengsi .. O..yeaaah
Bukan mudah
Trace program Java untuk dimengarti
Apapun juga sulit terjadi
Andai langkahmu setengah hati…

Menuju ABC, Gemilang cahaya
Meniti karir seindah asa
Menuju ABC, impian yang tinggi
Bersama teman saling berbagi
Pasti berjaya di CEA tercinta

Percayalah pada tutor dengan harapan dapat bantuaan….

Inspiring Moment

February 27th, 2006 by fernandogiade

Gerbang Baru

Pada Blog kali ini gw ingin menulis sesuatu yang telah gw rasakan. Gw tahu gw udah lulus kuliah dan ini merupakan suatu gerbang baru dalam proses kehidupan gw dimana gw akan memasuki dunia baru yaitu dunia kerja. Gw senang dengan kelulusan gw. Ternyata tidak sia-sia gw berjuang untuk menyelesaikan tugas akhir gw. Gw yakin semua itu karena Bapa berkenan. Gw merasa kehidupan akademik gw selalu diberi kemudahan terutama selama menjadi mahasiswa.

Kalo kembali lagi melihat ke belakang dengan apa yang telah gw alami, gw menemukan sebuah jawaban. Bapa selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Walaupun gw sempet kecewa dengan keadaan gw. Bukan menjadi rahasia lagi bahwa gw buta warna dan karenanya gw tidak bisa melanjutkan kejenjang pendidikan yang dapat mewujudkan cita-cita gw dari SD yaitu menjadi seorang arsitek. Rasa kecewa itu masih ada sampai sekarang.

Melewati lorong kelas perkuliahan mahasiswa arsitekur yang disebut Banjar membuat gw merasa iri, pesimis, dan sedih. Gw sempat membayangkan gw duduk di salah satu meja gambar sedang menggambar sebuah tapak di sisi jendela yang ditembus oleh sinar matahari yang menyentuh hasil imajinasi gw, sedangkan pikiran gw telah meninggalkan kepala gw. Tersentak gw sadar, gw harus melanjutkan langkah gw menuju kelas perkuliahan di gedung baru. Gw rasa gw udah telat sekali jadinya gw mempercepat langkah gw. Benar adanya perkuliahan sudah berlangsung. Gw masuk dan mencari tempat yang kosong untuk duduk. Setelah mendapatkannya gw melanjutkan lamunan gw tadi sambil mencoret-coret selembar kertas yang seharusnya berisi pelajaran perkuliahan yang diberikan oleh seseorang yang berdiri di depan kelas.

Akhirnya perkuliahan yang membosankan itu selesai. Teman-teman mengajak gw pergi ke perpustakaan untuk mencari buku bantu pengerjaan tugas. Memang benar gw suka sekali pergi ke perpustakaan tetapi bukan untuk membaca buku-buku perkuliahan yang gw dapatkan tetapi untuk melihat-lihat buku desain ataupun buku arsitektur yang sudah jelas ada gambarnya. Selain itu juga tempatnya nyaman untuk ngobrol maupun untuk beristirahat sejenak.

Sering sekali teman-teman gw memberikan komentar mereka tentang buku yang ada dihadapan gw. Sesekali mereka mengeluarkan candaan tentang keadaan gw. Terus terang gw sama sekali tidak merasa tersinggung. Gw senang dengan kerterbukaan mereka terhadap gw. Mereka adalah teman-teman terbaik gw. Gw bersyukur telah mengenal mereka.

Bohong banget jika gw bilang gw gak pernah baca buku atau fotokopian pelajaran perkuliahan gw. Gw merasa beruntung masih mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan perkuliah gw sekarang dan gw berpikir alangkah tidak tahu diri sekali gw jika gw menyia-yiakan apa yang gw peroleh saat itu. Gw akan merasa sangat marah jika seorang mahasiswa arsitektur ogah-ogahan dengan kuliahnya. Sedangkan gw yang memiliki keinginan besar untuk mendapatkannya tidak memperolehnya. Hal ini pulalah yang membuat gw harus selalu bersyukur. Gw tidak boleh egois dengan keinginan gw. Mungkin ini juga motifasi terbesar gw sehingga gw dapat melalui perkuliahan gw dengan lancar.

Kembali lagi gw merasa inilah jawaban yang Bapa berikan kepada gw. Gw sadar gw gak bisa memiliki semuanya tetapi Ia akan membuat gw merasa memilikinya jika gw selalu bersyukur kepada-Nya.

Menghadapi gerbang baru ini gw kembali dihadapkan pada dua pilihan yaitu memilih karier yang gw senangi atau memilih karier sesuai dengan apa yang telah gw dapatkan selama gw masih kuliah. Biar Bapa dan waktu yang menjawabnya. Satu hal yang penting, gw harus melakukan yang terbaik dengan apa yang harus gw hadapi.

Gw doakan kepada semua lulusan baru yang juga telah lulus agar dapat berkarier dengan baik dan memperoleh kesuksean. Gw juga gak lupa memberikan apresiasi gw yang mendalam kepada semua teman-teman gw yang telah memberikan bantuan, masukan, saran, kritikan dan juga semangat saat gw sempat merasa putus asa.

Sukses dah untuk lu semuanya, amin.
Dodo

Inspiring Poem

February 27th, 2006 by fernandogiade

Di Tengah-Tengah

Perjalanan terbentang luas

Untuk semua remaja saat ini …

Perjalanan menuju kedewasaan

Dan meninggalkan kemudaan kita …

Tapi ketika kita pergi, kita temukan diri sendiri

Berada di panggung yang membuat kita canggung …

Kita masih setengah-setengah, belum terlalu matang, sederhana dan polos di usia yang rapuh ini …

Kita cukup dewasa untuk membuat pilihan

Tapi masih terlalu muda dalam banyak hal lain …

Terlalu muda untuk berkemas dan pergi

Terlalu tua untuk tetap ingin tinggal …

Masih muda untuk bersenang-senang dan bermain

Terlalu tua untuk hidup sembrono …

Masih muda utnuk harapan dan impian,

Tapi kamu haus untuk tahu realitas …

Cukup tua untuk mengalami sakit hati

Terlalu muda utnuk menemukan obatnya …

Terlalu tua untuk menggunakan cara yang kekanakan

Terlalu muda utnuk bersikap dewasa …

Cukup tua untuk jatuh cinta dan memberi hati kita …

Tapi masih terlalu muda untuk memahami mengapa kita merasa begitu …

Kita percaya, setia, bangga, dan jujur

Tapi dimaki, diajak, dan dicemooh …

Di antara peran orang dewasa dan anak-anak …

Kita terbagi dua …

Seperti karya seni yang belum terselesaikan

Kita merasa canggung, tidak yakin, separo matang …

Tapi bersabarlah …

Karena kita sedang dalam perjalanan

Menjadi sesuatu yang hebat …

Oleh Liza Ortego

Huh, sajak yang bagus dan menginspirasikan gw saat ini. Gw tidak bisa terus menjadi tidak dewasa. Umur gw udah bertambah dan harus ada hal positif yang harus gw tambah dalam diri gw. Menjadi dewasa bukanlah pilihan tapi adalah keharusan. Mau tidak mau gw akan berada di panggung yang berbeda. Benar adanya gw akan merasa canggung berada di sana. Dimana kemantapan belum gw bulatkan.

Setengah-setengah adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya. Dari kata itupulalah makna keegoisan dapat ditarik. Masih mencari rasa siapa sih ego gw yang sebenarnya untuk dapat menetapkan kemantapan.

Kalimat di akhir sajak membuat gw sadar bahwa gw harus melaluinya dan sekali lagi ini bukan pilihan.

Salam sukses,

Dodo

SEPI

December 24th, 2005 by fernandogiade

Natal taon ini beda banget, gw ngerasa sepi dendirian ditinggal semua sodara gw yg pada pulang kampuang. Ya kalo gak sibuk gw juga pasti pulang, bis mo gimana lagi tugas gw belon selesai. Hoping taon depan gak kayak gini lagi. Gak enak kesepian gini. Mana cucian piring numpuk n udah jamuran deh tuh sisa2 makanannya(baru tau gw jamur itu ada yang warnanya jingga), baju blon gw cuci, blon ngepel n parahnya lagi bantal gw kena ujan karena gw lupa angkat. Ya namanya juga lelaki males banget suruh kerjain yang gituan. Ya pengorbanan gw semoga ajs bisa berbuah pada saatnya. Papa, mama, petet, n ii I miss u all.

Inspired Lyric, Better Man

December 5th, 2005 by fernandogiade

Better Man

Robbie Williams

 

Send someone to love
me

I need to rest in arms

Keep me safe from harm

In pouring rain

 

Give me endless summer

Lord I fear the cold

Feel I’m getting old

Before my time

 

As my soul heals the
shame

I will grow through
this pain

Lord I’m doing all I
can

To be a better man

 

Go easy on my
conscience

‘Cause it’s not my
fault

I know I’ve been
taught

To take the blame

 

Rest assured my angels

Will catch my tears

Walk me out of here

I’m in pain

 

As my soul heals the
shame

I will grow through
this pain

Lord I’m doing all I
can

To be a better man

 

Once you’ve found that
lover

You’re homeward bound

Love is all around

Love is all around

 

I know some have
fallen

On stony ground

But Love is all around

 

Send someone to love
me

I need to rest in arms

Keep me safe from harm

In pouring rain

 

Give me endless summer

Lord I fear the cold

Feel I’m getting old

Before my time

 

As my soul heals the
shame

I will grow through
this pain

Lord I’m doin’ all I
can

To be a better man

 

Aku
semakin merasakan bahwa aku membutuhkan seseorang untuk aku cintai dengan
segenap jiwaku, yang dapat membuatku merasa bahwa masih ada seseorang yang
memberiku harapan walau masalah demi masalah datang.

 

Terkadang
aku merasa ingin mendapatkan semua yang terbaik. Inilah yang mungkin disebut
dengan keegoisan. Tetapi aku sadar aku tidak akan menjadi lebih baik bila seperti
ini, masih banyak pertimbangan lain yang harus aku dahulukan.

 

Dengan
kesadaran untuk memperbaiki kesalahanku dengan adanya berbagai masalah, yang
bisa kulakukan adalah mencoba untuk lebih baik.

Terkadang
aku melakukannya dengan sengaja walaupun aku mengetahui apa jawaban dari hati
nuraniku. Aku merasa aku bisa mempertanggung jawabkannya, tetapi ternyata aku
hanyalah seseorang yang tidak tahu dengan apa yang aku lakukan.

 

Dengan
sebutir harapan keyakinan bahwa Bapa akan mendengarkanku, aku hanya bisa
berharap akan belas kasih-Nya. Karena aku sadar aku bukan malaikat. Sisi buruk
dan sisi baik melekat dalam aku. Untuk itulah aku membutuhkan Dia untuk dapat
melengkapi aku yang berusaha untuk menjadi lebih baik. Dia sebagai tempat
curahan akan kelemahanku. Dia yang menghiasi hatiku.

 

Aku
yakin Dia ada untukku, karena dengan aku diciptakan maka ia juga.

 

Salam
sukses,

Dodo

Inspired Lyric, First Love

November 23rd, 2005 by fernandogiade

w First Love

Utada Hikaru

saigono kiss wa

ciuman yang terakhir

tabakono flavor gashita

serasa mencium nikmatnya rokok

nigakute setsunaikaori

membuatku sedih

ashitano imagoroniwa

besok di jam yang sama

anatawa dokoniirundarou

dimanakah kau berada

darewo omotterundarou

apa kah ada yang memikirkannya?

you are always gonna be my love

itsuka darekatomata koiniochitemo

sampai kapan pun, dengan siapapun jatuh cinta

I’ll remember to love

you taught me how

you are always gonna be the one

imawa madakanashii love song

sekarang masih menyanyikan lagu yang sedih

atarashi uta utaerumade

sampai bisa menyanyikan lagu yang baru

achidomaru jikanga

waktu yang berhenti

ugokidasou to shiteru

ingin berjalan lagi

wasuretakunai kotobakari

hal yang takkan terlupakan

ashitano imagoroniwa

besok di waktu yang sama

watashiwa kittonaiteru

aku akan sedang menangis

anatawo omotterundarou

memikirkanmu

yay yay yeah

you will always be inside my heart

itsumo anatadakeno bashogaarukara

karena hatiku hanya diperuntukkan bagimu

I hope that I have a place in your heart too

now and forever you are still the one

imawa madakanashii love song

sekarang masih menjadi lagu cinta yang sedih

atarashii uta utaerumade

sampai bisa menyanyikan lagu yang baru

you are always gonna be my love

itsuka darekato mata koiniochitemo

kapanpun dengan siapapun jatuh cinta

i’ll remember to love

you taught me how

you are always gonna be the one

mada kanashii love song yeah

masih lagu yang sedih..

now & forever ah…

Diterjemahkan oleh Leo Agung A. B.

Lagu ini adalah adalah lagu yang mewakili apa yang aku rasakan dalam penggalan hidupku. Dengan mendengarkan lagu ini aku akan selalu mengenang rasa itu. Sampai sekarang rasa itu akan selalu melekat dan aku berharap rasa itu tidak akan berubah, karena aku tahu rasa ini adalah tulus.

Saat itu adalah suatu saat dimana aku merasa adanya pengharapan yang besar. Pengharapan untuk juga mendapatkan apa yang akan aku berikan dengan rasa ini. Kamu akan selalu menjadi seseorang yang pertama. Entah pada suatu saat nanti aku menemukan rasa yang lain dari seseorang maka Kamu tetap menjadi yang pertama mengajarkanku untuk merasakan arti sebuah cinta.

Andai saja Kamu tahu apa yang aku rasakan dan apa yang aku pikirkan yaitu selalu merasakan dan memikirkanmu. Walaupun tidak ada tempat di hatimu, Kamu akan selalu mendapatkan tempat yang khusus dihatiku.

Aku akan selalu menantimu.

Tulisan ini aku peruntukan bagi seseorang yang telah membuatku jatuh cinta, yaitu cinta pertama bagiku. Terima kasih untuk segala yang telah Kamu berikan. Aku sangat menghargainya.

Terima kasih untuk Leo karena mau meluangkan waktunya untuk menterjemahkan lirik lagu First Love diatas. Terima kasih juga untuk pembaca tulisan ini.

Salam sukses,

Dodo