Archive for February, 2006

Inspiring Moment

Monday, February 27th, 2006

Gerbang Baru

Pada Blog kali ini gw ingin menulis sesuatu yang telah gw rasakan. Gw tahu gw udah lulus kuliah dan ini merupakan suatu gerbang baru dalam proses kehidupan gw dimana gw akan memasuki dunia baru yaitu dunia kerja. Gw senang dengan kelulusan gw. Ternyata tidak sia-sia gw berjuang untuk menyelesaikan tugas akhir gw. Gw yakin semua itu karena Bapa berkenan. Gw merasa kehidupan akademik gw selalu diberi kemudahan terutama selama menjadi mahasiswa.

Kalo kembali lagi melihat ke belakang dengan apa yang telah gw alami, gw menemukan sebuah jawaban. Bapa selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Walaupun gw sempet kecewa dengan keadaan gw. Bukan menjadi rahasia lagi bahwa gw buta warna dan karenanya gw tidak bisa melanjutkan kejenjang pendidikan yang dapat mewujudkan cita-cita gw dari SD yaitu menjadi seorang arsitek. Rasa kecewa itu masih ada sampai sekarang.

Melewati lorong kelas perkuliahan mahasiswa arsitekur yang disebut Banjar membuat gw merasa iri, pesimis, dan sedih. Gw sempat membayangkan gw duduk di salah satu meja gambar sedang menggambar sebuah tapak di sisi jendela yang ditembus oleh sinar matahari yang menyentuh hasil imajinasi gw, sedangkan pikiran gw telah meninggalkan kepala gw. Tersentak gw sadar, gw harus melanjutkan langkah gw menuju kelas perkuliahan di gedung baru. Gw rasa gw udah telat sekali jadinya gw mempercepat langkah gw. Benar adanya perkuliahan sudah berlangsung. Gw masuk dan mencari tempat yang kosong untuk duduk. Setelah mendapatkannya gw melanjutkan lamunan gw tadi sambil mencoret-coret selembar kertas yang seharusnya berisi pelajaran perkuliahan yang diberikan oleh seseorang yang berdiri di depan kelas.

Akhirnya perkuliahan yang membosankan itu selesai. Teman-teman mengajak gw pergi ke perpustakaan untuk mencari buku bantu pengerjaan tugas. Memang benar gw suka sekali pergi ke perpustakaan tetapi bukan untuk membaca buku-buku perkuliahan yang gw dapatkan tetapi untuk melihat-lihat buku desain ataupun buku arsitektur yang sudah jelas ada gambarnya. Selain itu juga tempatnya nyaman untuk ngobrol maupun untuk beristirahat sejenak.

Sering sekali teman-teman gw memberikan komentar mereka tentang buku yang ada dihadapan gw. Sesekali mereka mengeluarkan candaan tentang keadaan gw. Terus terang gw sama sekali tidak merasa tersinggung. Gw senang dengan kerterbukaan mereka terhadap gw. Mereka adalah teman-teman terbaik gw. Gw bersyukur telah mengenal mereka.

Bohong banget jika gw bilang gw gak pernah baca buku atau fotokopian pelajaran perkuliahan gw. Gw merasa beruntung masih mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan perkuliah gw sekarang dan gw berpikir alangkah tidak tahu diri sekali gw jika gw menyia-yiakan apa yang gw peroleh saat itu. Gw akan merasa sangat marah jika seorang mahasiswa arsitektur ogah-ogahan dengan kuliahnya. Sedangkan gw yang memiliki keinginan besar untuk mendapatkannya tidak memperolehnya. Hal ini pulalah yang membuat gw harus selalu bersyukur. Gw tidak boleh egois dengan keinginan gw. Mungkin ini juga motifasi terbesar gw sehingga gw dapat melalui perkuliahan gw dengan lancar.

Kembali lagi gw merasa inilah jawaban yang Bapa berikan kepada gw. Gw sadar gw gak bisa memiliki semuanya tetapi Ia akan membuat gw merasa memilikinya jika gw selalu bersyukur kepada-Nya.

Menghadapi gerbang baru ini gw kembali dihadapkan pada dua pilihan yaitu memilih karier yang gw senangi atau memilih karier sesuai dengan apa yang telah gw dapatkan selama gw masih kuliah. Biar Bapa dan waktu yang menjawabnya. Satu hal yang penting, gw harus melakukan yang terbaik dengan apa yang harus gw hadapi.

Gw doakan kepada semua lulusan baru yang juga telah lulus agar dapat berkarier dengan baik dan memperoleh kesuksean. Gw juga gak lupa memberikan apresiasi gw yang mendalam kepada semua teman-teman gw yang telah memberikan bantuan, masukan, saran, kritikan dan juga semangat saat gw sempat merasa putus asa.

Sukses dah untuk lu semuanya, amin.
Dodo

Inspiring Poem

Monday, February 27th, 2006

Di Tengah-Tengah

Perjalanan terbentang luas

Untuk semua remaja saat ini …

Perjalanan menuju kedewasaan

Dan meninggalkan kemudaan kita …

Tapi ketika kita pergi, kita temukan diri sendiri

Berada di panggung yang membuat kita canggung …

Kita masih setengah-setengah, belum terlalu matang, sederhana dan polos di usia yang rapuh ini …

Kita cukup dewasa untuk membuat pilihan

Tapi masih terlalu muda dalam banyak hal lain …

Terlalu muda untuk berkemas dan pergi

Terlalu tua untuk tetap ingin tinggal …

Masih muda untuk bersenang-senang dan bermain

Terlalu tua untuk hidup sembrono …

Masih muda utnuk harapan dan impian,

Tapi kamu haus untuk tahu realitas …

Cukup tua untuk mengalami sakit hati

Terlalu muda utnuk menemukan obatnya …

Terlalu tua untuk menggunakan cara yang kekanakan

Terlalu muda utnuk bersikap dewasa …

Cukup tua untuk jatuh cinta dan memberi hati kita …

Tapi masih terlalu muda untuk memahami mengapa kita merasa begitu …

Kita percaya, setia, bangga, dan jujur

Tapi dimaki, diajak, dan dicemooh …

Di antara peran orang dewasa dan anak-anak …

Kita terbagi dua …

Seperti karya seni yang belum terselesaikan

Kita merasa canggung, tidak yakin, separo matang …

Tapi bersabarlah …

Karena kita sedang dalam perjalanan

Menjadi sesuatu yang hebat …

Oleh Liza Ortego

Huh, sajak yang bagus dan menginspirasikan gw saat ini. Gw tidak bisa terus menjadi tidak dewasa. Umur gw udah bertambah dan harus ada hal positif yang harus gw tambah dalam diri gw. Menjadi dewasa bukanlah pilihan tapi adalah keharusan. Mau tidak mau gw akan berada di panggung yang berbeda. Benar adanya gw akan merasa canggung berada di sana. Dimana kemantapan belum gw bulatkan.

Setengah-setengah adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkannya. Dari kata itupulalah makna keegoisan dapat ditarik. Masih mencari rasa siapa sih ego gw yang sebenarnya untuk dapat menetapkan kemantapan.

Kalimat di akhir sajak membuat gw sadar bahwa gw harus melaluinya dan sekali lagi ini bukan pilihan.

Salam sukses,

Dodo