Inspiring Scene

Fotografer dan Pahlawan

Beberapa hari yang lalu gw menonton televisi dan kebetulan gw melihat salah satu cuplikan film dokumenter yang menarik. Film dokumenter tersebut bercerita mengenai pengalaman para fotografer salah satu majalah tentang dunia tumbuhan dan hewan yang juga memperluas jaringan ke bidang pertelevisian.

Salah satu cuplikan yang menarik bagi gw adalah diceritakan pada suatu saat seorang fotografer sedang membidikan kameranya ke objek-objek yang ia anggap harus diabadikan dalam sebuah media cetak yaitu foto. Tiba-tiba terdengar suara mobil yang berlalu dengan kencangnya. Mobil tersebut dikemudikan dengan ugal-ugalan. Sesaat sang fotografer tersadar akan keadaan sekelilingnya. Banyak hewan ternak yang mati akibat terlindas oleh mobil yang mengacaukan konsentrasinya tadi. Keadaan menjadi semakin kacau.

Seorang anak kecil menanggis karena hewan ternak yang mati itu adalah hewan yang harusnya ia gembalakan dengan baik. Ia takut untuk menghadapi situasi tersebut. Ia ragu untuk kembali pulang ke rumah. Ia tidak sanggup untuk mengatakan apa yang terjadi kepada kedua orang tuanya. Hewan-hewan ternak itu adalah segalanya bagi keluarga anak itu.

Memang itulah tanggung jawab yang harus ia jalankan yang jika dipikir terlalu berat bagi seorang anak yang mungkin belum bisa bertanggung jawab bagi dirinya sendiri. Sang fotografer dengan naluri untuk menangkap momen yang terjadi memotret anak tersebut.

Setelah beberapa waktu berselang sang fotografer kembali ke daerah tempat terjadinya musibah tersebut. Ia kembali untuk menyerahkan sejumlah uang hasil penjualan fotonya. Ternyata cerita dibalik hasil bidikannya membuat banyak orang terharu. Sang anak kembali tersenyum.

Hal yang menarik adalah terkadang kita harus menanggung tanggung jawab yang besar dan terkadang pula kita menanggis akan ketidak mampuan kita. Tetapi satu hal bahwa kita tidak sendiri, banyak sesama kita yang mau memperhatikan kita. Itu adalah wujud cinta Bapa kepada kita dan hal itu yang gw rasakan sekarang. Gw banyak diberi info-info penting dari teman-teman gw yang memperhatikan gw. Terima kasih untuk kalian semua.

Selain itu ada hal lain yang menurut gw menarik. Dengan profesi apapun kita tetap bisa memperhatikan sesama. Walaupun sisi profesionalisme harus tetap diutamakan. Terkadang para fotografer harus tetap mengambil gambar-gambar yang bagi mereka tidak pantas mereka ambil. Banyak momen-momen tentang penderitaan akan kelaparan, penindasan, keputus asaan yang bertolak belakang dengan nurani sang fotografer untuk mengabadikannya. Disisi lain mereka adalah duta bagi mereka yang menderita.

Salam sukses,

dodo

Leave a Reply