Inspiring Tea Walk

Memberi

Sobat, Janganlah bersedih,

Apabila tiada teman yang peduli dengan kesulitanmu.

Jangan murung,

Apabila tiada teman yang memuji dan bergembira atas keberhasilanmu

Jangan pula kecewa dan berduka,

Apabila tak seorangpun mau mendengarkan dan memperhatikan apapun yang terjadi pada dirimu.

Semua itu jangan kau masukkan dalam hatimu. Manusia selalu disibukkan dengan urusannya sendiri.

Jangan !!!

Jangan masukkan semua itu ke dalam hatimu, karena hanya akan mengganggu dan membebani langkahmu.

Cobalah !!!

Ringankanlah hidupmu dengan memberi kepada orang lain.

Semakin banyak kamu memberi, maka semakin mudah dan ringan kamu memikul beban dalam menjalani hidup ini.

Berdirilah di dekat jendela !!

Pandanglah keluar !!

Tanyakanlah pada dirimu sendiri apa yang dapat kamu berikan pada dunia ini. Berdirilah di depan cermin !!

Pandanglah keluar !!

Pasti ada alasan kuat mengapa kamu hadir di dunia ini. Keberadaanmu bukan untuk meminta belas kasihan orang lain.

Weish, puisi yang bagus nih. Gw caplok aja dari kertas bacaan Perayaan Ekaristi yang berlangsung di Gunung Mas, Puncak pada hari Minggu, 20 Agustus 2006. Walaupun gw gak ikut Perayaannya karena gw kudu mempersiapkan diri bersama teman-teman satu kelompok untuk menjaga Pos III. Setelah Perayaan Ekaristi, yang dimulai kira-kira pada pukul 07.30, selesai para peserta GOWOK mulai mengambil garis start yang dibagi menjadi 50 peserta sekali jalan. Mereka menempuh jarak kurang lebih 8 km, begitu informasi yang gw dapatkan.

Karena gw harus jaga POS III, gw dan temen-temen berangkat terlebih dahulu. Di perjalanan yang pertama terlihat dan tercium adalah kotoran kuda. Fresh from the oven, somebody said. Gw juga mendengar kalimat yang diucapkan berulang sampe 2 kali “Gak disekolahin ya ni kuda!”. Pertama pada saat survey lapangan sore sebelumnya dan saat menuju ke Pos III untuk memberi stempel untuk para peserta GOWOK. Setelah menempuh berbagai medan dengan kontur tanah yang tidak rata, akhirnya kita sampai di POS penjagaan kita, POS III. Ternyata POS II adalah POS yang teristimewa karena merupakan satu-satunya POS pemberian snack. Bisa ikut nyicip juga gw he he he.

Setelah beberapa menit menanti peserta, akhirnya datanglah beberapa orang peserta GOWOK. Tapi kebanyakan dari mereka adalah anak-anak yang masih berusia belasan tahun. Wuih semangat sekali mereka sampe temen gw yang menjadi tukang stempel berteriak-teriak memanggil anak yang terburu-buru melanjutkan ke POS IV. Para peserta akhirnya datang bergerombol. Gw yang waktu itu kebagian tugas memberikan snack kelabakan. Dokter juga ikut menjaga POS, mengawasi para peserta yang yang mungkin merasakan kondisi tubuhnya tidak baik setelah berjalan melewati POS I dan POS II. Syukurnya semua berjalan lancer. Oma Opa yang tidak muda lagi ternyata dapat menyeleaikan perjalanan mereka di kebun teh dan sampai di POS V. Ini yang namanya semangat 45. Wuih salut untuk mereka. Walaupun para anak-anak dan kaum muda telah selesai menikmati santapan siang mereka di lapangan pusat acara setelah POS V.

Acara dilanjutkan dengan menikmati acara-acara yang telah disiapkan oleh Panitia Acara seperti Dangdutan “Bang sms siapa ini Bang, …”, acara pembagian door price, jogged bareng dan beberapa acara lainnya. Akhirnya tiba saatnya pulang kembali ke Tangerang dan kembali menjalani aktifitas rutin untuk hari Selasa.

Hal yang menyegarkan dan kembali lagi mengingatkan gw bahwa pasti ada alasan kenapa gw hadir sebagai diri gw pada suatu saat, suatu tempat, suatu suasana dan suatu keadaan.

2 Responses to “Inspiring Tea Walk”

  1. Dimas Says:

    Kalau mau lihat artikel tentang Gowok bisa juga dilihat di blog gue :
    http://www.duniakecilku.com/blog/index.php/2006/08/22/jalan-itu-sehat-lho/

    btw, Dodo. barusan lo ikut ujian masuk di pabrik tempat gw kerja yah? Trus gak berapa lama nulis artikel ini.. ck.. ck.. ck..

  2. renny Says:

    aduh,,.dodo dodo
    gue kirain itu lo yang buat
    baru aja gue terpesona
    hehhehhe
    uda dapet kerja yah??

Leave a Reply